LAMPUNG, ipmlampung.or.id – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 ini kembali menjadi momentum besar bagi umat Muslim di seluruh dunia, tidak terkecuali bagi kalangan generasi muda dan pelajar di Provinsi Lampung.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Lampung mengajak seluruh pelajar untuk tidak sekadar melihat Idul Adha sebagai rutinitas ibadah tahunan atau sekadar hari libur nasional. Lebih dari itu, esensi utama dari hari raya kurban adalah meneladani kisah keteguhan iman dan keikhlasan luar biasa dari Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS.
Ujian Keikhlasan di Era Digital
Bagi pelajar modern, tantangan keikhlasan dan pengorbanan tentu berbeda bentuknya dengan zaman dahulu. Jika Nabi Ibrahim diuji untuk mengorbankan putra tercintanya, maka pelajar hari ini diuji untuk mengorbankan waktu, ego, dan kesenangan sesaat demi hal-hal yang lebih bermanfaat.
Membagi waktu antara belajar, berorganisasi di IPM, serta menyaring pengaruh negatif media sosial adalah bentuk “pengorbanan” nyata yang dihadapi generasi Z dan Alpha saat ini. Keikhlasan untuk tetap berada di jalur positif dan produktif menjadi cerminan dari nilai-nilai batiniah yang diajarkan dalam peristiwa Idul Adha.
Pesan Ketua PW IPM Lampung
Dalam momentum yang penuh berkah ini, PW IPM Lampung menyampaikan pesan agar semangat berbagi dan peduli sesama terus dipupuk. Ibadah kurban mengajarkan kepedulian sosial yang tinggi, di mana mereka yang mampu membantu mereka yang membutuhkan.
“Pelajar Muhammadiyah harus menjadi pelopor dalam kebaikan. Melalui momentum Idul Adha 2026, mari kita tingkatkan kepedulian terhadap sesama, kuatkan solidaritas antarpelajar, dan asah keikhlasan kita dalam menuntut ilmu serta berjuang di ikatan,” ungkap perwakilan pimpinan.
Selamat Merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. Semoga semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS selalu menginspirasi langkah kita sebagai pelajar yang berkemajuan.

1 Comment
test